Satu lagi film Bollywood yang mengambil cerita dengan latar
belakang yang unik dan cukup berbeda dari lain. Dimana biasanya film-film India
lebih mengedepankan unsur romantisme tapi kali jauh berbeda. Film ini memiliki
banyak motivasi khususnya dalam mempelajari bahasa Inggris kepada penontonnya.
Sangat cocok bagi kawan-kawan yang berminat atau sedang mempelajari bahasa
Inggris.
Diawal cerita film ini mengangkat latar salah satu tempat di
India dimana orang-orang sekitar banyak menggunakan bahasa Inggris, namun tetap
menggunakan bahasa lokal yaitu Bahasa Hindi. Pemeran utamanya yaitu seorang ibu
rumah tangga yang bernama Shashi Godbole yang diperankan oleh Sridevi. dia
memiliki seorang anak perempuan dan anak laki-laki. Anak perempuannya tergolong
anak yang cerdas dan fasih berbahasa Inggris, sedangkan suaminya bekerja di
perusahaan internasional yang lancar berbahasa Inggris. Shashi sangat pandai
memasak dan suka membuat Ladoo (makanan khas India) dan dijadikan bisnis
rumahan. Shashi tergolong ibu rumah tangga yang dianggap oleh anaknya kurang
gaul karena selalu memakai Sari, pakaian khas India.
Karena berada di tengah lingkungan yang pandai berbahasa
Inggris, dia sering diejek dan dianggap rendah oleh suami dan anaknya. Hingga anaknya
merasa malu ketika Shashi harus ke sekolah dalam acara penyerahan Rapor. Itulah keseharian Shashi yang tidak pandai
berbahasa Inggris, tapi dia tetap menikmati hari-harinya.
Konflik sebenarnya dimulai ketika Saudara perempuan Shashi
mengundangnya ke New York dalam acara pernikahannya anaknya. Dimana suami dan
anak-anaknya akan berangkat pada hari H pernikahan sedangkan Shashi harus
berangkat sebulan sebelumnya sendirian. Disinilah awal mula perjalanan Shashi,
yang harus memasuki lingkungan yang benar-benar baru sedangkan dia terkendala
dalam penguasaan Bahasa Inggris.
Di New York, Shashi mengalami banyak hal dalam berinteraksi
dengan orang-orang. Hingga dia menemukan tempat kursus Bahasa Inggris yang
menawarkan “lancar berbahasa dalam sebulan”. Banyak hal yang dituangkan dalam
cerita ini, mulai dari sedikit romantisme dengan seorang koki dari Perancis hingga perjuangan menuju ke tempat kursus
sendiri serta harus bermain kucing-kucingnya dengan Saudara dan keponakannya
karena ikut kursus secara diam-diam. Hingga akhirnya dia menikmati kehidupan
barunya di New York bersama teman-teman barunya yang dulu sangat sulit dia
dapatkan waktu di kampung halamannya.
Itulah point besar jalan cerita dari film ini, ada banyak
hal yang dapat saya ambil hikmahnya dari film ini. Pertama memotivasi kita
untuk terus belajar Bahasa Inggris, seakan mengatakan bahwa belajar itu tak
memandang umur, selama mau berusaha aka nada jalannya. Dan memang konflik utama
dalam film ini yaitu persoalan bahasa inggris sesuai dengan Judul Filmnya. Kedua,
keluarga tetaplah merupakan hal utama, dalam berkeluarga kadang aka nada pasang-surutnya
tapi bukan berarti harus kabur ketika ada hal yang lebih baik di luar sana. Kasih
sayang seorang Ibu disini juga diuji oleh balasan yang diberikan oleh anaknya.
Film ini sangat cocok untuk teman-teman yang berniat
mendalami bahasa Inggris dan butuh sedikit motivasi agar tetap semangat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar