Selasa, 02 Februari 2016

Ulasan dan Review Film “English Vinglish 2012”, Memotivasi Kita Menguasai Bahasa Inggris

Satu lagi film Bollywood yang mengambil cerita dengan latar belakang yang unik dan cukup berbeda dari lain. Dimana biasanya film-film India lebih mengedepankan unsur romantisme tapi kali jauh berbeda. Film ini memiliki banyak motivasi khususnya dalam mempelajari bahasa Inggris kepada penontonnya. Sangat cocok bagi kawan-kawan yang berminat atau sedang mempelajari bahasa Inggris.

Diawal cerita film ini mengangkat latar salah satu tempat di India dimana orang-orang sekitar banyak menggunakan bahasa Inggris, namun tetap menggunakan bahasa lokal yaitu Bahasa Hindi. Pemeran utamanya yaitu seorang ibu rumah tangga yang bernama Shashi Godbole yang diperankan oleh Sridevi. dia memiliki seorang anak perempuan dan anak laki-laki. Anak perempuannya tergolong anak yang cerdas dan fasih berbahasa Inggris, sedangkan suaminya bekerja di perusahaan internasional yang lancar berbahasa Inggris. Shashi sangat pandai memasak dan suka membuat Ladoo (makanan khas India) dan dijadikan bisnis rumahan. Shashi tergolong ibu rumah tangga yang dianggap oleh anaknya kurang gaul karena selalu memakai Sari, pakaian khas India.

Karena berada di tengah lingkungan yang pandai berbahasa Inggris, dia sering diejek dan dianggap rendah oleh suami dan anaknya. Hingga anaknya merasa malu ketika Shashi harus ke sekolah dalam acara penyerahan Rapor.  Itulah keseharian Shashi yang tidak pandai berbahasa Inggris, tapi dia tetap menikmati hari-harinya.

Konflik sebenarnya dimulai ketika Saudara perempuan Shashi mengundangnya ke New York dalam acara pernikahannya anaknya. Dimana suami dan anak-anaknya akan berangkat pada hari H pernikahan sedangkan Shashi harus berangkat sebulan sebelumnya sendirian. Disinilah awal mula perjalanan Shashi, yang harus memasuki lingkungan yang benar-benar baru sedangkan dia terkendala dalam penguasaan Bahasa Inggris.

Di New York, Shashi mengalami banyak hal dalam berinteraksi dengan orang-orang. Hingga dia menemukan tempat kursus Bahasa Inggris yang menawarkan “lancar berbahasa dalam sebulan”. Banyak hal yang dituangkan dalam cerita ini, mulai dari sedikit romantisme dengan seorang koki dari Perancis  hingga perjuangan menuju ke tempat kursus sendiri serta harus bermain kucing-kucingnya dengan Saudara dan keponakannya karena ikut kursus secara diam-diam. Hingga akhirnya dia menikmati kehidupan barunya di New York bersama teman-teman barunya yang dulu sangat sulit dia dapatkan waktu di kampung halamannya.

Itulah point besar jalan cerita dari film ini, ada banyak hal yang dapat saya ambil hikmahnya dari film ini. Pertama memotivasi kita untuk terus belajar Bahasa Inggris, seakan mengatakan bahwa belajar itu tak memandang umur, selama mau berusaha aka nada jalannya. Dan memang konflik utama dalam film ini yaitu persoalan bahasa inggris sesuai dengan Judul Filmnya. Kedua, keluarga tetaplah merupakan hal utama, dalam berkeluarga kadang aka nada pasang-surutnya tapi bukan berarti harus kabur ketika ada hal yang lebih baik di luar sana. Kasih sayang seorang Ibu disini juga diuji oleh balasan yang diberikan oleh anaknya.


Film ini sangat cocok untuk teman-teman yang berniat mendalami bahasa Inggris dan butuh sedikit motivasi agar tetap semangat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar